Gunung Kawi Ramai Dibahas, Pengelola Tegaskan Bukan Tempat Pesugihan
Menurut pengelola, anggapan bahwa Gunung Kawi identik dengan praktik pesugihan terus berulang hingga akhirnya dipercaya oleh sebagian masyarakat.
Padahal, mereka menilai narasi tersebut tidak mencerminkan kehidupan masyarakat yang selama ini menjaga kawasan wisata religi tersebut.
“Lalu muncul satu anggapan yang terus diulang: 'Gunung Kawi adalah tempat pesugihan.' Sebagai masyarakat yang lahir dan besar di sini, kalimat itu selalu terasa berat,” kata pengelola.
Pengelola tidak menutup kemungkinan terdapat pihak luar yang memanfaatkan nama Gunung Kawi untuk kepentingan tertentu. Namun, mereka menegaskan tindakan tersebut tidak dapat dijadikan gambaran mengenai nilai, tradisi, maupun aktivitas utama di kawasan wisata religi itu.
Karena itu, masyarakat diharapkan tidak mudah mempercayai stigma yang berkembang tanpa memahami sejarah dan fakta yang sebenarnya.
Di akhir pernyataannya, pengelola mengajak publik melihat Gunung Kawi secara lebih utuh sebagai destinasi wisata religi yang memiliki sejarah panjang, nilai budaya, dan kehidupan sosial masyarakat yang terus terjaga.
“Sudah saatnya cerita tentang Gunung Kawi ditulis kembali. Bukan dengan kemarahan, melainkan dengan kejujuran. Bukan untuk menyalahkan siapa pun, melainkan untuk mengajak semua orang melihat Gunung Kawi dari sudut pandang yang lebih utuh,” tulis pengelola Gunung Kawi.
Editor : Wahab Firmansyah