Bermain di Dekat Sawah, Bocah 9 Tahun di Setu Bekasi Terkena Peluru Nyasar di Dada
BEKASI, iNewsBekasi.id - Nasib malang menimpa seorang bocah perempuan berinisial A (9) di kawasan Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Korban diduga kuat menjadi korban peluru nyasar hingga mengalami luka tembak tepat di bagian dadanya.
Kapolsek Setu, AKP Usep Aramsyah, membenarkan adanya insiden medis tersebut yang melukai tubuh bagian depan korban.
“(Korban terluka) di bagian dada," kata Usep saat dikonfirmasi, dikutip Rabu (8/7/2026).
Usep menjelaskan, peristiwa tragis itu bermula ketika korban sedang asyik bermain bersama teman-temannya di sebuah area yang berbatasan langsung dengan kawasan persawahan. Secara mendadak, korban mengeluh kesakitan setelah ada benda asing yang menghantam dadanya, hingga memicu kepanikan rekan-rekannya.
"Korban sedang bermain dengan temannya, tiba-tiba merasa terkena sesuatu di bagian dadanya dan terasa sakit, kemudian temannya berteriak minta tolong dan dibantu warga korban dibawa klinik kemudian dirujuk ke rumah sakit," ujar Usep menceritakan kronologi di lapangan.
Mendapat laporan tersebut, jajaran kepolisian langsung bergerak cepat dengan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Di lokasi tersebut, petugas berhasil menemukan dan mengamankan barang bukti berupa satu butir proyektil yang diduga kuat berasal dari senjata jenis senapan angin.
"Masih proses penyelidikan saat sekarang ini sedang melakukan interogasi atau permintaan keterangan terhadap saksi saksi yang berada di sekitar TKP. (barang bukti diamankan) diduga 1 butir proyektil senapan angin," terangnya.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih terus melakukan serangkaian pendalaman mendalam untuk melacak siapa pemilik senjata serta asal-usul arah tembakan peluru nyasar tersebut.
Sementara itu, untuk penanganan medis, korban langsung dilarikan ke fasilitas kesehatan yang lebih memadai guna mencabut proyektil dan memulihkan lukanya.
"Korban saat ini masih dirawat untuk pemulihan di RS Fatmawati Jakarta, dan kondisinya sudah stabil," pungkas Usep.
Editor : Vitrianda Hilba Siregar