Ledakan di MAN 3 Padang, Sahroni Minta Polri Perkuat Pencegahan Bom Rakitan
JAKARTA, iNewsBekasi.id – Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni meminta Polri, khususnya Densus 88 Antiteror, memperkuat upaya pencegahan terhadap ancaman bom rakitan dan aksi terorisme setelah terjadinya ledakan di MAN 3 Padang, Sumatera Barat.
Sebelumnya, Densus 88 Antiteror Polri mengungkapkan bahwa terduga pelaku kasus ledakan di MAN 3 Padang merupakan seorang pelajar berusia 17 tahun berinisial R.
Juru Bicara Densus 88 Antiteror Polri, Kombes Pol Mayndra Eka Wardhana, menjelaskan berdasarkan hasil penyelidikan awal, R diduga sebagai pemilik barang-barang yang berkaitan dengan ledakan tersebut.
Dalam pemeriksaan, R mengaku mempelajari cara membuat bahan peledak melalui media daring dan mengaku terinspirasi dari peristiwa bom di SMA Negeri 72 Jakarta pada 2025.
Menanggapi temuan tersebut, Ahmad Sahroni menilai seluruh pihak harus meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman teror yang dilakukan secara individu atau lone wolf, karena pola seperti itu sulit dideteksi sejak awal.
“Aksi lone wolf seperti ini sangat berbahaya karena sulit diprediksi. Saya minta Densus 88, intelijen, dan jajaran institusi terkait bertanggungjawab untuk memperkuat deteksi dini terhadap potensi ancaman seperti ini. Peran Bhabinkamtibmas juga harus dimaksimalkan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat melalui sekolah, RT/RW, tokoh agama, dan tokoh masyarakat mengenai bahaya paham radikal dan ideologi menyimpang. Pencegahan dan deteksi dini adalah kunci,” ujar Sahroni dalam keterangannya, Rabu (15/7/2026).
Menurut Sahroni, upaya pencegahan tidak hanya menjadi tugas aparat penegak hukum, tetapi juga membutuhkan keterlibatan keluarga, sekolah, serta lingkungan sekitar dalam mengawasi perubahan perilaku anak dan remaja.
Ia mendorong kepolisian bersama instansi terkait untuk terus memperluas edukasi mengenai bahaya radikalisme dan pentingnya deteksi dini terhadap potensi ancaman teror.
“Jajaran kepolisian dan instansi terkait harus memperkuat edukasi di masyarakat karena keluarga dan sekolah tetap menjadi benteng pertama anak. Kalau ada perubahan perilaku atau mulai terpapar pemahaman yang menyimpang, segera lakukan pendekatan dan laporkan agar bisa ditangani sejak dini. Namun jika sudah sampai melakukan aksi teror, aparat tentu harus bertindak tegas,” ucap Sahroni.
Diketahui, ledakan terjadi pada Selasa (14/7/2026) di lingkungan MAN 3 Padang yang berlokasi di Kelurahan Balai Gadang, Kecamatan Koto Tengah, Kota Padang, Sumatera Barat.
Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam insiden tersebut. Polisi juga telah mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan peristiwa ledakan dan masih melanjutkan proses penyelidikan.
Editor : Wahab Firmansyah