get app
inews
Aa Text
Read Next : Beasiswa Unggulan 2026 Resmi Dibuka, Cek Syarat D4/S1, S2 dan S3 Lengkap

Menuju Indonesia Emas 2045, Revitalisasi Pendidikan Fokus pada Guru, Sekolah dan Teknologi

Jum'at, 17 Juli 2026 | 22:07 WIB
header img
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti. (Foto: Istimewa).

JAKARTA, iNewsBekasi.id- Pemerintah terus mempercepat transformasi pendidikan nasional melalui Program Revitalisasi Satuan Pendidikan sebagai salah satu strategi utama mencetak sumber daya manusia (SDM) unggul menuju Indonesia Emas 2045. Program tersebut tidak hanya berfokus pada renovasi bangunan sekolah, tetapi juga membangun ekosistem pendidikan yang berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menegaskan revitalisasi pendidikan merupakan investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas SDM Indonesia.

"Pendidikan itu investasi. Dana pendidikan bukan spending yang habis begitu saja, tetapi investasi untuk membangun generasi Indonesia yang unggul," ujar Abdul Mu'ti dalam Dialog Forum Merdeka Barat (FMB) 9 bertema Membangun Sekolah Bermutu dan Pembelajaran Bermakna untuk Semua, Selasa (7/7/2026).

Menurut Abdul Mu'ti, lingkungan sekolah yang bersih, aman, dan nyaman akan meningkatkan motivasi belajar peserta didik sehingga berdampak langsung terhadap kualitas pembelajaran dan mutu sumber daya manusia di masa depan.

"Hasil pembangunan pendidikan memang tidak bisa dilihat dalam satu atau dua tahun. Dampaknya baru akan terasa dalam 10 hingga 20 tahun ke depan. Apa yang kita tanam hari ini akan dipanen pada 2045," ujarnya.

Pemerintah menegaskan revitalisasi sekolah tidak hanya menyentuh pembangunan infrastruktur fisik. Program ini juga diperkuat melalui empat fondasi utama transformasi pendidikan, yaitu peningkatan kualitas guru melalui pedagogical infrastructure, penyempurnaan regulasi (legal infrastructure), pembangunan budaya sekolah yang positif (cultural infrastructure), serta penyediaan sarana pembelajaran modern.

Dalam pelaksanaannya, pemerintah memprioritaskan revitalisasi bagi sekolah yang berada di wilayah terdampak bencana, kawasan tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), serta sekolah dengan tingkat kerusakan berat.

"Kalau sekolah-sekolah itu tidak segera ditangani, dampaknya terhadap mutu pendidikan akan berlangsung sangat panjang. Kita sudah belajar dari pandemi Covid-19 yang menyebabkan learning loss, dan jangan sampai kondisi itu terus berlanjut," katanya.

Abdul Mu'ti menambahkan Presiden Prabowo Subianto menargetkan seluruh sekolah di Indonesia direvitalisasi secara bertahap hingga 2028. Selain meningkatkan kualitas pendidikan, program tersebut juga diharapkan mampu menggerakkan perekonomian masyarakat karena pembangunan dilakukan melalui mekanisme swakelola yang melibatkan warga sekitar.

Digitalisasi Sekolah Dipercepat

Selain revitalisasi fisik, pemerintah mempercepat digitalisasi sekolah dengan menyalurkan Interactive Flat Panel (IFP), menyediakan laptop, memperluas akses internet, hingga melatih guru agar mampu memanfaatkan teknologi dalam proses pembelajaran.

"Gurunya kami latih, sekolah yang belum memiliki internet kami bantu internetnya, yang belum memiliki listrik kami bantu dengan panel tenaga surya. Jadi semuanya sudah dipersiapkan agar benar-benar dimanfaatkan untuk pembelajaran," katanya.

Berdasarkan hasil monitoring di berbagai daerah, mulai dari Papua, Nusa Tenggara Timur hingga Nias Utara, pemanfaatan teknologi tersebut dinilai mampu meningkatkan semangat belajar siswa sekaligus kualitas pembelajaran di kelas.

Pemerintah juga memperkuat pendidikan anak usia dini (PAUD) sebagai bagian dari kebijakan wajib belajar 13 tahun. Melalui kerja sama dengan Kementerian Desa, pemerintah menargetkan sedikitnya satu taman kanak-kanak di setiap desa, meningkatkan kompetensi guru PAUD melalui program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), serta memperluas penerima Program Indonesia Pintar (PIP).

Abdul Mu'ti turut mengajak seluruh masyarakat menjaga hasil pembangunan sekolah yang dibiayai menggunakan anggaran negara.

"Mari kita rawat sekolah yang sudah direvitalisasi. Jangan ada penyalahgunaan anggaran dan jangan ada penyelewengan. Pendidikan yang bermutu hanya bisa terwujud melalui sinergi antara sekolah, keluarga, masyarakat, dan media," tuturnya.

Ketua Umum PB PGRI Unifah Rosyidi menyambut baik langkah pemerintah menjadikan revitalisasi pendidikan sebagai investasi jangka panjang. Menurutnya, pembangunan sekolah harus diiringi peningkatan kualitas guru agar berdampak nyata terhadap proses belajar mengajar.

"Revitalisasi bukan hanya mempercantik sekolah, tetapi membangun ekosistem pendidikan yang lebih baik. Yang terpenting adalah bagaimana revitalisasi itu berdampak pada kualitas pembelajaran," ujarnya.

Unifah juga mengapresiasi berbagai kebijakan pemerintah, mulai dari percepatan sertifikasi guru, program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), hingga penyaluran tunjangan profesi guru secara langsung.

Ia menilai pendampingan kepada kepala sekolah menjadi faktor penting agar pelaksanaan revitalisasi berjalan sesuai aturan. Selain itu, peningkatan kompetensi guru melalui pelatihan digital, kecerdasan buatan (AI), coding, serta budaya berbagi praktik baik antarguru perlu terus diperkuat agar transformasi pendidikan berlangsung secara berkelanjutan.

Untuk menjamin transparansi dan akuntabilitas program, Kemendikdasmen menerapkan prinsip good governance. Setiap sekolah penerima bantuan memperoleh pendampingan konsultan, pengawasan Inspektorat Jenderal, serta monitoring bersama pemerintah daerah dan masyarakat.

Editor : Wahab Firmansyah

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut