2.768 Gempa Susulan Guncang NTT, BMKG Prediksi Baru Berakhir 3-4 Pekan Lagi
Seiring masih tingginya aktivitas gempa susulan di NTT, BMKG mengimbau masyarakat tetap waspada, terutama terhadap bangunan yang mengalami kerusakan akibat gempa utama maupun gempa susulan.
Masyarakat diminta tidak memasuki atau melakukan aktivitas di dalam bangunan yang retak atau mengalami kerusakan. Kondisi tersebut dapat membahayakan keselamatan apabila kembali terjadi guncangan.
BMKG juga terus memantau aktivitas gempa susulan dan dampaknya di wilayah terdampak. Tim gabungan BMKG dari pusat dan Unit Pelaksana Teknis (UPT) telah diterjunkan untuk melakukan survei gempa merusak.
Survei mencakup pengamatan makroseismik, pengukuran mikrotremor dan Multichannel Analysis of Surface Waves (MASW) untuk mengetahui karakteristik serta respons tanah terhadap guncangan.
Selain itu, tim melakukan pemantauan gempa susulan hingga verifikasi dampak tsunami di lapangan.
Hasil survei BMKG akan digunakan untuk mendukung proses pemulihan dan rekonstruksi pascabencana. Data tersebut antara lain digunakan untuk pemetaan mikrozonasi pascagempa, evaluasi kondisi wilayah terdampak, serta penyusunan rekomendasi mitigasi dan rekonstruksi.
BMKG memprioritaskan wilayah yang mengalami tingkat kerusakan sedang hingga berat untuk dibandingkan dengan daerah yang relatif tidak mengalami kerusakan.
Selain pemantauan, BMKG juga memberikan edukasi kepada masyarakat terdampak mengenai kondisi pascagempa dan langkah yang perlu dilakukan apabila gempa susulan kembali terjadi.
Masyarakat diminta terus memperbarui informasi melalui kanal resmi BMKG dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi.
“BMKG akan terus memantau aktivitas gempa bumi susulan dan menyampaikan pemutakhiran informasi secara berkala kepada stakeholder dan masyarakat. Maka dari itu, masyarakat diimbau untuk memperbarui informasi resmi BMKG melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi,” pungkas Wijayanto.
Editor : Wahab Firmansyah