Akses Air Bersih untuk 3.000 Warga Kampung Cigaok Bogor Diperluas
Data WHO melalui World Bank Open Data menunjukkan bahwa pada 2024 baru sekitar 30% penduduk Indonesia yang menggunakan layanan air minum yang dikelola secara aman.
UNICEF Indonesia juga mencatat hanya 30,45% rumah tangga yang memiliki akses terhadap air minum aman dan 10,30% terhadap sanitasi aman.
Akses air bersih dan sanitasi yang aman menjadi kebutuhan dasar untuk mencegah penyakit, meningkatkan kualitas kesehatan, serta mendukung masyarakat menjalani kehidupan yang lebih sehat dalam jangka panjang.
Sejak dimulai pada Desember 2025, program Adopt Village telah memperluas akses air bersih dan sanitasi bagi warga Kampung Cigaok.
Kini, masyarakat secara swadaya membangun jaringan pipa distribusi untuk mengalirkan air bersih langsung ke rumah-rumah warga.
Langkah tersebut menunjukkan semakin kuatnya rasa memiliki dan kemandirian masyarakat dalam menjaga keberlanjutan fasilitas yang telah dibangun melalui program Adopt Village.
“Perkembangan ini menunjukkan bahwa dampak program tidak berhenti pada pembangunan fasilitas. Ketika masyarakat ikut memiliki, mengembangkan, dan menjaga manfaatnya, di situlah kemandirian komunitas mulai terbentuk,” ujarnya.
Editor : Wahab Firmansyah