Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Kerusuhan Demo 27 Agustus: Polda Metro Jaya Dalami Dugaan Keterlibatan Ormas
Advertisement . Scroll to see content

Grup WhatsApp Diduga Berisi Konten LGBT Geger, Sejumlah Siswa Jakarta Jadi Anggota

Rabu, 02 September 2026 | 11:14 WIB
  • author Putranegara Batubara
Grup WhatsApp Diduga Berisi Konten LGBT Geger, Sejumlah Siswa Jakarta Jadi Anggota
Ilustrasi grup WA beranggotakan siswa sekolah berisi konten LGBT . (Foto: Freepik)

JAKARTA, iNewsBekasi.id – Polda Metro Jaya menyelidiki grup WhatsApp (WA) yang diduga berisi konten Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT). Grup tersebut juga disebut memasukkan sejumlah siswa sekolah secara acak sebagai anggota.

Grup WhatsApp yang menjadi perhatian tersebut diduga melibatkan siswa dari salah satu sekolah swasta di Jakarta. Polisi kini melakukan penyelidikan untuk memastikan informasi dan aktivitas di dalam grup tersebut.

Informasi mengenai grup WhatsApp itu sebelumnya disampaikan orang tua siswa bernama Yuda Fajrin. Dia menyebut grup tersebut bernama ‘Add people as much as you can’.

Menurut Yuda, seorang anak dari temannya masuk ke dalam grup tersebut setelah diundang secara acak. Orang tua siswa kemudian mengetahui isi percakapan dalam grup setelah melihat WhatsApp anaknya.

“Gua sama Bapak-bapak di tempat kompetisi bola, sempet ngobrol-ngobrol panjang. Jadi rupanya itu ada sesuatu nih. Jadi ada grup namanya ‘Add people as much as you can’ namanya,” ujar Yuda dalam keteranganya, Rabu (2/9/2026).

Yuda menjelaskan, nama grup tersebut menggambarkan aktivitas anggotanya yang dapat mengundang orang lain secara bebas. Dia menyebut seorang anak temannya kemudian masuk ke grup tersebut dan orang tuanya membaca percakapan yang ada di dalamnya.

“intinya singkat ceritanya ada anaknya temenku itu ke-invite ke grup itu. Karena sesuai dengan nama grupnya ‘Add people as much as you can’, dia main asal invite yang ke-invite Bapaknya. Alhasil Bapaknya jadi ngebaca percakapan di dalam grup itu,” ujarnya.

Diduga Ada Pembahasan LGBT

Yuda kemudian menyebut terdapat pembahasan mengenai LGBT dalam grup WhatsApp tersebut. Dia juga mengungkap adanya voting terkait orientasi seksual yang disebut muncul dalam percakapan grup.

“Ada pembahasan tentang LGBT termasuk juga ada voting pertanyaan ‘Are you gay, lesbian, straight or others?’. Intinya seperti itu. Nah ini moga dicek yang udah pegang WA anaknya hati-hati karena grupnya lagi coba mau diinvestigasi. Takutnya ini sebenarnya antara grup liberal LGBT gitu atau grup yang sifatnya endingnya bisa jadi nanti pedofilia, enggak ada yang tahu. Jadi lagi pengen coba diinvestigasi. Coba tolong dicek,” paparnya.

Pernyataan tersebut menjadi perhatian karena grup diduga dapat memasukkan pengguna WhatsApp lain secara acak, termasuk siswa sekolah. Namun, dugaan mengenai isi dan tujuan grup tersebut masih dalam proses penyelidikan aparat kepolisian.

Merespons informasi tersebut, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan Direktorat Reserse Siber bersama Direktorat Reserse PPA-PPO tengah melakukan penyelidikan.

“Direktorat Reserse Siber dan Direktorat Reserse PPA-PPO Polda Metro Jaya saat ini sedang melakukan penyelidikan terkait informasi tersebut,” kata Budi, Rabu (2/9/2026).

Selain melakukan penyelidikan, Polda Metro Jaya menyiapkan langkah pencegahan dengan berkoordinasi bersama pihak sekolah.

Polisi juga akan memberikan edukasi kepada siswa mengenai keamanan dalam menggunakan media sosial, termasuk potensi bahaya penyebaran konten pornografi dan pergaulan berisiko.

“Sebagai langkah pencegahan, Polda Metro Jaya juga akan berkoordinasi dengan pihak sekolah serta memberikan edukasi kepada para siswa mengenai bahaya penyebaran konten pornografi, pergaulan berisiko, dan penggunaan media sosial secara aman serta bertanggung jawab,” tutupnya.
 

Editor: Wahab Firmansyah

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut