get app
inews
Aa Text
Read Next : Syaikh Ibrahim: Pendidikan Keimanan Harus jadi Fondasi Utama Cetak Generasi Muslim

Hadis tentang Pemimpin: Berlaku Adil Bisa Jadi Jalan ke Surga, Abaikan Rakyat Ancamannya Berat

Jum'at, 04 September 2026 | 12:15 WIB
header img
Nasib pemimpin dalam Islam sangat bergantung pada amanahnya. Foto/Ilustrasi/Istimewa

Mereka bukan orang-orang yang haus kekuasaan. Setelah Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam wafat, para sahabat bertebaran di berbagai penjuru bumi dan menjauh dari hiruk-pikuk perebutan kekuasaan.

Namun, kekuasaan juga dapat menjadi salah satu celah bagi iblis untuk memperdaya manusia. Seorang pemimpin memiliki pengaruh besar karena apa yang dilakukan, dikatakan, dan dikerjakannya kerap menjadi panutan serta ditiru oleh masyarakat.

Bahaya Menyerahkan Urusan kepada yang Bukan Ahlinya

Salah satu persoalan dalam kepemimpinan adalah ketika sebuah jabatan atau urusan diserahkan kepada orang yang tidak memiliki keahlian di bidangnya.

Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda:

إِذَا وُسِّدَ الْأَمْرُ إِلَى غَيْرِ أَهْلِهِ فَانْتَظِرْ السَّاعَةَ

“Jika diserahkan satu tugas kepada orang yang bukan ahlinya, maka tunggu saja masa kehancurannya.” (HR. Bukhari)

Dalam praktiknya, seseorang dapat menunjuk orang-orang terdekat, kerabat, sanak keluarga, atau pihak yang berusaha mencari perhatian untuk menjalankan urusan rakyat.

Padahal, apabila urusan diserahkan kepada orang yang tidak memiliki ilmu, kemampuan, atau ketakwaan, berbagai persoalan dapat muncul. Hak-hak masyarakat berpotensi tidak tertunaikan dan kewajiban-kewajiban dapat terbengkalai.

Kondisi tersebut juga dapat menimbulkan kezaliman apabila seorang penguasa dan orang-orang yang membantunya tidak menjalankan amanah dengan benar.

Urusan kepemimpinan pada akhirnya bukan sekadar persoalan kedudukan dan kekuasaan. Dalam Islam, setiap amanah menuntut pertanggungjawaban, baik dalam menjalankan keadilan, memenuhi hak masyarakat, maupun memilih orang-orang yang benar-benar memiliki kemampuan untuk menjalankan tugas.

Karena itu, seorang pemimpin dituntut untuk menjaga amanah, tidak mengkhianati tanggung jawab, serta memastikan urusan diserahkan kepada orang yang ahli dan berhak. Amanah yang dijalankan dengan adil dapat menjadi jalan menuju kemuliaan, sedangkan pengkhianatan terhadap amanah membawa ancaman yang berat.

Editor : Wahab Firmansyah

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut