Waspada! 2 Pengamen Diduga Pura-pura Tertabrak Mobil di Lampu Merah Galaxy Bekasi
BEKASI, iNewsBekasi.id- Seorang pengendara mobil nyaris menjadi korban penipuan dengan modus pura-pura tertabrak di kawasan lampu merah Galaxy, Bekasi Selatan, Kota Bekasi. Aksi yang diduga dilakukan dua orang pengamen tersebut terjadi pada Jumat (30/10/2026) malam.
Korban bernama Dwi menceritakan, saat itu dirinya tengah mengendarai mobil dan berhenti di lampu merah. Di lokasi tersebut, terdapat dua orang pengamen yang diduga merupakan pasangan, terdiri dari seorang pria dan perempuan yang menggendong anak kecil.
Ketika lampu lalu lintas berubah menjadi hijau, Dwi mulai menjalankan mobilnya. Namun, tiba-tiba kedua pengamen tersebut berteriak dari arah belakang mobil.
Saat melihat melalui kaca spion, Dwi mendapati pengamen perempuan sudah berguling-guling di jalan sambil berteriak mengaku terserempet mobilnya. Sementara itu, pengamen pria mengetuk-ngetuk kaca mobil dan menuding Dwi telah menyerempet istrinya.
Situasi semakin memanas ketika pengamen perempuan berlari ke depan mobil dan meminta Dwi menepi sambil berteriak memanggil perhatian warga sekitar.
"Yang cewek tiba-tiba lari ke depan mobil saya dan minta saya berhenti ke pinggir sambil teriak-teriak panggil massa," ujarnya.
Merasa situasi tidak aman, Dwi memilih tidak meladeni kedua pengamen tersebut. Dia kemudian menghentikan mobilnya di sebuah minimarket dan menghubungi layanan darurat kepolisian 110 untuk meminta bantuan.
Dwi mengaku menunggu kedatangan polisi selama sekitar 10 menit di dalam mobil. Namun, sebelum petugas datang, pengamen perempuan tersebut tiba-tiba meninggalkan lokasi.
"10 menit saya diam di mobil sambil menunggu polisi. Dan pengamen cewek itu tiba-tiba saja langsung pergi sambil mengancam akan mengingat mobilnya," katanya.
Dwi menduga kedua pengamen tersebut sengaja menggunakan modus pura-pura tertabrak untuk menjerat pengendara mobil dan melakukan penipuan.
Dia pun mengingatkan masyarakat, khususnya para pengendara kendaraan bermotor di wilayah Bekasi, agar lebih waspada apabila mengalami kejadian serupa.
Pengendara diimbau tidak terburu-buru keluar dari kendaraan ketika menghadapi situasi mencurigakan. Jika merasa terancam atau menjadi sasaran dugaan pemerasan, masyarakat dapat meminta bantuan kepolisian melalui layanan 110.
Editor: Wahab Firmansyah