BEKASI, iNewsBekasi.id– Sepanjang 2025, LRT Jabodebek mencatat sebanyak 6.995 barang milik penumpang tertinggal di rangkaian kereta. Total nilai barang-barang tersebut ditaksir mencapai hampir Rp800 juta, dengan dominasi perangkat elektronik dan perlengkapan harian penumpang, termasuk warga Bekasi yang rutin menggunakan moda transportasi ini.
Jenis barang yang paling banyak tertinggal adalah smartphone (HP) dan tumbler. Selain itu, petugas juga menemukan laptop, smartwatch, serta tempat earphone nirkabel (TWS) yang tertinggal di dalam kereta.
Untuk kategori nonelektronik, barang yang kerap tertinggal antara lain tempat makanan, payung, topi, kacamata, kartu uang elektronik, arloji, hingga berbagai aksesoris lainnya.
Manager Public Relations LRT Jabodebek, Radhitya Mardika, mengungkapkan hampir setengah dari barang yang tertinggal telah berhasil dikembalikan kepada pemiliknya, sementara sisanya masih dalam proses pengelolaan petugas.
”Ada 6.995 barang yang tertinggal dengan estimasi nilai mencapai Rp797,7 juta. Sebanyak 3.399 barang berhasil dikembalikan kepada pemiliknya,” sebut Radhitya di Jakarta, Rabu (7/1/2026).
Di tengah padatnya mobilitas dan ritme perjalanan harian masyarakat Jabodetabek, termasuk penumpang asal Bekasi, Radhitya menekankan pentingnya pengelolaan barang bawaan demi keselamatan dan kenyamanan bersama.
Transportasi publik, menurutnya, merupakan ruang bersama yang membutuhkan kesadaran kolektif dari seluruh pengguna.
“Ketika barang bawaan ditempatkan secara tepat, ruang perjalanan dapat tetap berfungsi optimal bagi semua pengguna,” ujarnya.
Editor : Wahab Firmansyah
Artikel Terkait
