Sahroni ke Polisi: Jangan Cuma Tangkap Kroco Lapangan, Sikat Bos Preman di Purwakarta!

Wahab Firmansyah
Jenazah Dadang yang tewas diduga dikeroyok preman di Purwakarta. Foto: iNewsPurwakarta.id/Irwan

JAKARTA, iNewsBekasi.id- Kasus kekerasan yang menewaskan Dadang (57), warga Desa Kertamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, menuai sorotan serius. Korban meninggal dunia setelah dipukuli sejumlah pemuda yang diduga dalam pengaruh minuman keras saat menghadiri pesta pernikahan anaknya, Sabtu (4/4/2026).

Insiden bermula ketika para pelaku meminta sejumlah uang kepada penyelenggara hiburan organ tunggal. Pihak penyelenggara sempat menawarkan Rp100 ribu, namun ditolak karena dianggap tidak mencukupi. Penolakan tersebut memicu amarah pelaku hingga terjadi kericuhan yang berujung fatal.

Kondisi pelaku yang berada di bawah pengaruh alkohol menjadi pemicu utama aksi kekerasan tersebut.

Menanggapi peristiwa ini, Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni menyampaikan keprihatinan sekaligus kemarahannya. Ia mendesak aparat kepolisian untuk tidak hanya menindak pelaku di lapangan, tetapi juga membongkar jaringan premanisme hingga ke akar.

Editor : Wahab Firmansyah

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network