Boni Hargens Sebut Pergantian Kapolri saat Ini Tidak Efektif: Bisa Merugikan Pimpinan Nasional

Vitrianda
Analis politik, hukum, dan intelijen Boni Hargens. Foto: Dok

Salah satu pokok argumen terpenting dari Boni Hargens adalah bagaimana keputusan yang secara substansial sah dan legitim dapat dieksploitasi secara naratif oleh pihak-pihak yang berseberangan dengan pemerintah. Ia menyebut secara spesifik "kelompok oposisi jalanan" sebagai aktor yang berpotensi memanfaatkan momentum pergantian Kapolri untuk membangun opini yang merugikan presiden.

"Kelompok oposisi dapat mengklaim bahwa pergantian Kapolri dilakukan karena Kapolri terlalu berani mengusut kasus korupsi yang melibatkan oknum dari Kejaksaan Agung, sebuah narasi yang menghubungkan keputusan administratif dengan dugaan intervensi terhadap penegakan hukum," tandas Boni.

Boni secara eksplisit menyebut opini semacam itu sebagai "menyesatkan", namun dalam waktu yang sama ia mengakui bahwa dalam konteks politik, narasi yang menyesatkan pun bisa sangat efektif, terutama apabila disebarkan melalui jaringan yang terorganisasi dan menyasar segmen publik yang sudah memiliki praduga negatif terhadap pemerintahan.



Editor : Vitrianda Hilba Siregar

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2 3 4

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network