Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Jaringan Joker Malaysia Ditangkap, Sahroni: Blokade Peredaran Narkoba via Laut, Darat dan Udara!
Advertisement . Scroll to see content

Solusi Persoalan Overkapasitas, Sahroni Dukung Pembangunan Lapas Toboali

Senin, 29 April 2024 | 20:19 WIB
  • author Kiswondari
Solusi Persoalan Overkapasitas, Sahroni Dukung Pembangunan Lapas Toboali
Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni. Foto/Istimewa

BEKASI, iNewsBekasi.id- Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenkumham Bangka Belitung (Babel) melanjutkan pembangunan lembaga pemasyarakatan (Lapas) Toboali. Pembangunan Lapas Toboali dilakukan untuk mengatasi overkapasitas dan juga karena belum adanya lapas di Kabupaten Bangka Selatan.

Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni mengatakan, selaku mitra kerja Kemenkumham, pihaknya melihat bahwa permasalahan utama dari lapas di Indonesia pada umumnya memang terkait kapasitas yang berlebih di lapas (over capacity).

“Problem utama kita memang lapas ini sudah banyak yang overkapasitas. Dan kalau dibiarkan begitu terus, khawatir jadi tidak layak dan muncul kerentanan aspek HAM. Jadi bagi wilayah yang belum memiliki lapas, seperti di Toboali, Komisi III sangat mendukung untuk segera dibangun lapas di sana. Untuk Kemenkumham Kanwil lain bisa ditiru juga, (narapidana) jangan ditumpuk di satu tempat,” kata Sahroni kepada wartawan, Senin (29/4/2024).

Namun, Sahroni juga berpesan kepada para penegak hukum, untuk terus mengedepankan restorative justice. Karena lanjut dia, langkah tersebut merupakan cara paling efektif dalam mengatasi permasalahan over kapasitas lapas yang ada saat ini.

“Namun yang paling penting memang, paradigma penyelesaian kasus pidana kita harus berubah, selalu utamakan restorative justice. Penegak hukum jangan bawa semua pelaku kejahatan masuk penjara. Percuma kita bangun lapas sebanyak apa pun kalau begitu ceritanya, bakal penuh-penuh juga,” ujarnya.

Politikus Nasdem ini menjelaskan, dalam hukum modern, balas dendam atau ganjaran hukuman bukan lagi menjadi pokok utama. Yang terpenting ialah penyelesaian berimbang yang memberi keadilan bagi korban.

“Kayak maling ayam atau maling ternak masuk penjara, jangan ada lagi cerita yang begitu. Cari penyelesaian lain yang lebih solutif dan berimbang,” ucap Sahroni.

Editor: Wahab Firmansyah

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut