Waspada! Musim Kemarau 2026 Diprediksi Ekstrem, Ini Penjelasan BMKG
Ardhasena menekankan pentingnya kehati-hatian dalam membaca hasil prediksi iklim, terutama karena adanya fenomena spring predictability barrier, yaitu penurunan akurasi model prediksi cuaca dan iklim saat periode Maret hingga Mei.
Ia menjelaskan bahwa prediksi El Nino yang dihasilkan pada periode tersebut umumnya hanya memiliki tingkat keandalan untuk prakiraan jangka pendek, yakni sekitar tiga bulan ke depan.
“Meskipun intensitas pastinya masih berkembang, BMKG menegaskan bahwa musim kemarau 2026 diprediksi akan lebih kering dan berlangsung lebih panjang dibandingkan rata-rata normalnya, sebagai kontribusi juga dari variabilitas iklim alamiah yang ada di wilayah Indonesia,” katanya.
Dengan potensi kemarau yang lebih ekstrem, masyarakat diimbau untuk mulai meningkatkan kewaspadaan, khususnya terhadap risiko kekeringan, krisis air bersih, hingga kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah rawan.
Editor : Wahab Firmansyah