Adhi Karya Catat Pendapatan Rp2,9 Triliun di Kuartal I 2026, Kontrak Baru Melonjak 131,5 Persen
Pada level laba bersih, ADHI mencatat lonjakan signifikan menjadi Rp154 miliar pada Triwulan I 2026, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp317 juta. Peningkatan ini menandai pemulihan kinerja perseroan yang kembali berada pada jalur positif setelah evaluasi fundamental bisnis dalam laporan audited tahun buku 2025.
"Sampai dengan Triwulan I 2026, total aset Perseroan tercatat sebesar Rp28,1 triliun, sedangkan total liabilitas tercatat sebesar Rp24,7 triliun dan ekuitas sebesar Rp3,5 triliun," ujarnya.
Dari sisi kesehatan keuangan, rasio Debt to Equity Ratio (DER) berbasis Interest Bearing Debt tercatat 2,4 kali, rasio EBITDA to Interest (TIE) sebesar 2,55 kali, serta Current Ratio berada di level 1,01 kali. Perseroan menegaskan seluruh rasio tersebut telah memenuhi covenant obligasi ADHI, sebagai bentuk komitmen menjaga kepercayaan pemegang obligasi dan investor.
Di tengah tantangan industri konstruksi nasional, ADHI tetap memprioritaskan penguatan fundamental bisnis melalui penerapan operational excellence, pengelolaan arus kas secara disiplin, serta pendekatan selektif dalam akuisisi proyek baru.
"Perseroan juga terus mendorong proyek-proyek dengan profil pembayaran dan margin yang sehat sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan usaha dalam jangka panjang," tuturnya.
Editor : Wahab Firmansyah