get app
inews
Aa Text
Read Next : Dugaan Pemborosan Rp1 Triliun per Bulan, DPR Minta Program MBG Dihentikan Sementara

Pemerintah Evaluasi MBG, Anak Orang Kaya Tak Lagi Dapat MBG

Jum'at, 12 Juni 2026 | 11:16 WIB
header img
Pemerintah mengevaluasi program MBG dan memperkirakan kebutuhan anggaran berkurang. Foto/Ilustrasi/Istimewa

JAKARTA, iNewsBekasi.id – Pemerintah membuka kemungkinan berkurangnya kebutuhan anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) setelah dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola program prioritas Presiden Prabowo Subianto tersebut.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menegaskan bahwa langkah yang dilakukan pemerintah bukanlah pemangkasan anggaran, melainkan penataan dan perhitungan ulang agar penggunaan dana menjadi lebih efektif dan tepat sasaran.

Menurut Prasetyo, saat ini pemerintah tengah melakukan inventarisasi berbagai aspek pelaksanaan program MBG, termasuk mekanisme pembiayaan yang telah berjalan selama ini.

"Bukan pemangkasan ya. Tapi dari hasil perhitungan kita meyakini bahwa akan ada pengurangan kebutuhan anggaran dari program makan bergizi gratis ini," kata Prasetyo, dikutip Jumat (12/6/2026).

Prasetyo meminta seluruh pihak menunggu hasil evaluasi yang sedang berlangsung. Ia menjelaskan bahwa Kementerian Keuangan (Kemenkeu) bersama Badan Gizi Nasional (BGN) akan melakukan penghitungan ulang terhadap kebutuhan anggaran program tersebut.

Menurutnya, proses penataan yang dilakukan akan menghasilkan angka kebutuhan anggaran yang lebih akurat dibandingkan perhitungan sebelumnya.

"Jadi dari proses penataan nanti akan bisa kita hitung dengan lebih cermat, sesungguhnya anggaran yang dibutuhkan untuk program makan bergizi ini totalnya menjadi berapa," ujarnya.

Anak dari Keluarga Mampu Tidak Lagi Menerima MBG

Sementara itu, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang mengungkapkan adanya perubahan skema penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis.

Dalam laporannya kepada Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (11/6/2026), Nanik memastikan anak-anak yang berasal dari keluarga mampu tidak lagi menjadi penerima manfaat program tersebut.

Kebijakan ini merupakan bagian dari langkah refocusing anggaran agar bantuan pemerintah lebih tepat sasaran dan difokuskan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

"Iya, iya penerima manfaat. Maksudnya yang mampu, yang kaya nanti tidak dapat lagi," ujar Nanik.

Menurut Nanik, Presiden Prabowo menyambut baik rencana penyempurnaan program tersebut.

"Senang, senang banget," kata Nanik saat ditanya tanggapan Prabowo.

MBG Difokuskan untuk Kelompok yang Membutuhkan

Rencana evaluasi dan penataan ulang Program Makan Bergizi Gratis menunjukkan upaya pemerintah untuk meningkatkan efektivitas penggunaan anggaran negara. Dengan penyesuaian penerima manfaat, pemerintah berharap program MBG dapat lebih fokus menjangkau anak-anak dan keluarga yang membutuhkan dukungan gizi secara langsung.

Hasil evaluasi menyeluruh yang dilakukan Kemenkeu dan BGN nantinya akan menjadi dasar penetapan kebutuhan anggaran final Program Makan Bergizi Gratis pada periode berikutnya.

Editor : Wahab Firmansyah

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut