get app
inews
Aa Text
Read Next : Program Magang Nasional 2026 Dibuka, 30 Persen Peserta Langsung Diterima Kerja

Program Magang Nasional 2026 Dibuka, Kuota Naik Jadi 150 Ribu Peserta untuk Tekan Pengangguran

Jum'at, 24 Juli 2026 | 13:35 WIB
header img
Pemerintah memperluas Program Magang Nasional dengan kuota 150 ribu peserta pada 2026. Foto/Istimewa

"Kalau mereka menunjukkan kemampuan, perusahaan langsung bisa merekrut," ujar Afriansyah.

Selain membuka peluang kerja di dalam negeri, pemerintah juga mempersiapkan jalur magang dan penempatan tenaga kerja ke luar negeri.

Afriansyah menyebut kebutuhan tenaga kerja global terus meningkat, terutama di Jepang yang mengalami penurunan jumlah penduduk hingga sekitar tiga juta jiwa. Karena itu, pemerintah mendorong peningkatan kemampuan bahasa asing seperti Jepang, Korea, dan Mandarin agar lulusan Indonesia memiliki daya saing internasional.

Program Magang Nasional juga mendapat dukungan dari kalangan dunia usaha. Wakil Ketua Bidang Ketenagakerjaan APINDO, Darwoto, menilai program tersebut mampu menjawab kebutuhan industri yang selama ini kesulitan memperoleh tenaga kerja yang siap bekerja.

Menurutnya, perusahaan memperoleh keuntungan karena dapat menilai kualitas peserta selama masa magang sebelum memutuskan untuk merekrut mereka sebagai karyawan.

"Kami menyambut positif program magang ini. Dari sisi memberikan pengalaman bekerja bagi fresh graduate, ini sangat penting sekali. Perusahaan juga merasakan manfaatnya karena proses mencari tenaga kerja menjadi lebih mudah," ujar Darwoto.

Ia menyebut sekitar 30 persen peserta angkatan pertama berhasil direkrut karena mampu menunjukkan kompetensi, kemampuan beradaptasi, dan etos kerja yang baik selama menjalani magang.

"Kenapa perusahaan merekrut? Karena perusahaan sudah merasakan — selama 6 bulan, kinerja anak ini menjadi baik, meski belum bisa dikatakan sempurna," ujarnya.

Darwoto menambahkan, Program Magang Nasional menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah, dunia pendidikan, dan dunia industri dalam membangun sistem link and match yang lebih efektif guna menciptakan tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan pasar.

 

Editor : Wahab Firmansyah

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut