Warga Bekasi Waib Tahu! Kenapa Tahun Baru Masehi Dirayakan 1 Januari? Ini Sejarah Lengkapnya

Komaruddin Bagja Arjawinangun
Tahun Baru Masehi merupakan salah satu perayaan paling populer dan dirayakan secara meriah. Foto/Ilustrasi/Istimewa

Proses Adopsi Kalender Gregorian di Berbagai Negara

Meski lebih akurat, kalender Gregorian tidak langsung diterima semua negara. Sejumlah negara, terutama yang beraliran Protestan, menolak mengadopsinya karena dianggap sebagai produk Gereja Katolik.

Inggris dan koloni-koloninya baru menggunakan kalender Gregorian pada 1752, dengan menghapus 11 hari, sehingga tanggal 2 September 1752 langsung menjadi 14 September 1752. Rusia bahkan baru mengadopsinya pada 1918, setelah Revolusi Bolshevik, dengan menghapus 13 hari dari kalender Julian.

Saat ini, hampir seluruh negara di dunia menggunakan kalender Gregorian sebagai kalender resmi dan merayakan Tahun Baru Masehi setiap 1 Januari, meskipun beberapa budaya tetap memiliki perayaan tahun baru berdasarkan kalender lain.

Tradisi Perayaan Tahun Baru Masehi di Berbagai Negara

Perayaan Tahun Baru Masehi memiliki tradisi dan simbol yang berbeda-beda di setiap negara dan budaya.

Indonesia

Di Indonesia, Tahun Baru Masehi dirayakan dengan pesta kembang api, konser musik, dan berbagai hiburan di ruang publik seperti alun-alun, pantai, dan taman kota. Sebagian masyarakat juga menggelar doa bersama, ziarah makam, atau ibadah sebagai ungkapan rasa syukur.

Di beberapa daerah, terdapat tradisi khas seperti Mandi Safar di Mandar, Sulawesi Barat, yakni mandi bersama di laut atau sungai pada malam tahun baru sebagai simbol penyucian diri.

Editor : Wahab Firmansyah

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2 3

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network