Abah Setu Bantah Konteks Video
Polisi kemudian meminta keterangan Abah Setu pada Selasa (8/9/2026). Dalam pemeriksaan tersebut, Abah Setu membantah konteks video yang beredar.
Dia menyebut rekaman yang viral merupakan bagian dari video yang lebih panjang sehingga konteks pernyataan dinilai tidak dapat dilihat hanya dari potongan yang beredar.
Kasie Humas Polres Metro Bekasi AKP Aliyani mengatakan Abah Setu juga menduga sebagian rekaman telah mengalami perubahan menggunakan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
“Yang bersangkutan menyatakan video tersebut merupakan potongan rekaman dan menduga sebagian telah diubah menggunakan AI,” kata Aliyani.
Klaim mengenai adanya perubahan menggunakan AI tersebut masih harus dibuktikan melalui pemeriksaan lebih lanjut. Polisi perlu memastikan keaslian rekaman sekaligus konteks pernyataan yang beredar di media sosial.
Dengan demikian, persoalan ini tidak hanya berkaitan dengan isi pernyataan dalam video, tetapi juga menyangkut keaslian dan keutuhan rekaman yang menjadi pemicu keresahan warga.
Polisi perlu memastikan apakah video tersebut merupakan rekaman utuh, potongan dari pernyataan yang lebih panjang, atau telah mengalami perubahan secara digital.
Aliyani meminta masyarakat tidak mengambil kesimpulan hanya berdasarkan informasi yang beredar di media sosial.
“Kami memahami keresahan masyarakat dan mengimbau semua pihak menjaga ketenangan, tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, serta menghindari tindakan yang dapat memicu konflik,” ujarnya.
Untuk memperjelas duduk perkara, polisi juga menjadwalkan mediasi pada Kamis (10/9/2026) di Polres Metro Bekasi.
Mediasi tersebut diharapkan dapat mempertemukan pihak-pihak terkait, memperjelas konteks video yang beredar, serta menentukan langkah selanjutnya berdasarkan hasil pemeriksaan dan fakta yang ditemukan.
Editor : Wahab Firmansyah
Artikel Terkait
