"Padahal partai besar itu kan, kalau kita boleh ngomong ada tiga saja. PDI pemenang pemilu, Partai Golkar nomor dua, Partai Gerindra nomor tiga. Kalau ketua umum partai besar yang menganiaya pacarnya itu, harusnya tiga dari... satu dari tiga itu, ya," kata Sarmuji.
"Tapi ternyata ketua umum siapa yang melakukan penganiayaan terhadap pacarnya? Kan enggak mungkin Bu Mega menganiaya pacarnya, kan. Pak Prabowo apalagi, enggak mungkin. Yang kemungkinan waktu itu spekulasinya kan ketua umum Partai Golkar, partai besar. Ternyata kan hoax," tambahnya.
Editor : Vitrianda Hilba Siregar
Artikel Terkait
