Sarmuji menjelaskan bahwa fakta sebenarnya menunjukkan dugaan kasus penganiayaan itu dilakukan oleh ketua umum dari partai kecil non-parlemen. Oleh karena itu, ia mengimbau publik agar menyaring rumor keterlibatan Bahlil dalam skandal penyadapan ini dengan bijak.
"Nah, sekarang jangan-jangan juga gitu, 'Partai besar'. Partai besarnya siapa, kita enggak tahu. Dan sebenarnya hal yang seperti itu di-skip saja, karena tidak terkonfirmasi dan kebenarannya tidak bisa diverifikasi," pungkas Sarmuji.
Editor : Vitrianda Hilba Siregar
Artikel Terkait
