Buntut Begal Damkar, Pemprov dan Polisi Didorong Pasang CCTV Hingga ke Gang Sempit
JAKARTA, iNewsBekasi.id- Aksi begal dan kriminal jalanan kembali meresahkan masyarakat di Jakarta. Kasus terbaru menimpa seorang petugas pemadam kebakaran (damkar) sektor Johar Baru yang menjadi korban pembegalan di Jalan KH Hasyim Ashari, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat.
Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis, 2 April 2026. Hingga kini, Polres Metro Jakarta Pusat masih memburu para pelaku yang diduga berjumlah enam orang.
Dari hasil penyelidikan, polisi telah mengantongi rekaman CCTV yang memperlihatkan detik-detik aksi begal terhadap korban berinisial BM. Rekaman tersebut menjadi salah satu bukti penting dalam proses identifikasi pelaku.
Menanggapi maraknya aksi kejahatan jalanan, Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni meminta aparat kepolisian dan pemerintah daerah meningkatkan pemasangan CCTV secara masif di seluruh wilayah Jakarta.
“Kejadian seperti ini sangat mengkhawatirkan, apalagi terjadinya di pusat Jakarta yang notabene kuat pengamanannya. Untung saja ada CCTV yang merekam. Kalau terjadi di gang sempit atau lokasi sepi tanpa CCTV, tentunya penyelidikan akan lebih sulit. Karena itu saya minta Polda Metro Jaya berkolaborasi dengan Pemprov DK Jakarta memasang CCTV semasif mungkin di seluruh wilayah, terutama di titik-titik rawan, agar pencegahan bisa dilakukan lebih efektif,” ujar Sahroni dalam keterangannya pada Selasa (7/4/2026).
Menurutnya, keberadaan CCTV terbukti membantu aparat dalam mengungkap kasus kejahatan sekaligus berfungsi sebagai langkah pencegahan.
Selain mendorong peningkatan pengawasan melalui CCTV, Sahroni juga meminta aparat kepolisian menindak tegas para pelaku begal tanpa kompromi.
“Untuk para pelaku begal seperti ini juga harus ditindak sangat tegas. Tangkap gerombolannya, proses pidana penuh, jangan ada istilah damai atau sekadar ditahan sebentar. Wajah-wajah pelaku juga perlu dipublikasikan agar menjadi pelajaran. Hal ini tentunya untuk memberi efek jera pada begal agar mereka tidak coba-coba mengganggu keamanan di Jakarta,” tegas Sahroni.
Kasus ini menambah daftar panjang aksi kriminal jalanan di ibu kota, sekaligus menjadi perhatian serius bagi aparat penegak hukum dan pemerintah daerah untuk meningkatkan keamanan publik.
Editor : Wahab Firmansyah