Mulai 1 Agustus 2026, TPST Bantargebang Hanya Terima Sampah Residu
“Karena kita sudah tidak mungkin lagi mengandalkan dengan cara pola lama untuk menimbun semua sampah di Bantargebang. Bantargebang itu sudah ada 55 juta ton sampah lebih. Sudah tidak cukup dan beberapa kali mengalami longsor,” ujarnya.
Pramono juga mengajak seluruh masyarakat Jakarta untuk mendukung gerakan pemilahan sampah dari rumah tangga. Langkah tersebut diyakini dapat memberikan dampak positif terhadap kebersihan lingkungan sekaligus mengurangi beban TPST Bantargebang di Kota Bekasi.
Kebijakan ini sekaligus menjadi bagian dari transformasi pengelolaan sampah modern di Jakarta dan wilayah penyangga seperti Bekasi. Dengan pemilahan sampah sejak dari sumber, volume sampah yang dikirim ke TPST Bantargebang diharapkan dapat berkurang secara signifikan.
Editor : Wahab Firmansyah