Pemkab Bekasi Gelontorkan Rp16,5 Miliar untuk Proyek PSEL, Target Sampah Tuntas 2028
BEKASI, iNewsBekasi.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi menyiapkan anggaran sebesar Rp16,5 miliar untuk proses pematangan lahan pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL). Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya percepatan penanganan darurat sampah di Kabupaten Bekasi.
Komitmen itu ditandai melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Pemkab Bekasi dan Danantara terkait pembangunan fasilitas PSEL. Penandatanganan dilakukan oleh Plt Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta Pusat, Senin (11/5/2026).
Dikutip dari laman resmi Pemkab Bekasi, pembangunan PSEL merupakan bagian dari program strategis nasional sesuai amanat Perpres Nomor 109 Tahun 2025 tentang Penanganan Sampah Perkotaan Melalui Pengolahan Sampah Menjadi Energi Terbarukan Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan.
“Persoalan sampah tidak bisa ditangani secara parsial. Dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pihak swasta agar penanganannya berjalan optimal dan berkelanjutan. Penandatanganan MoU ini menjadi langkah penting untuk mempercepat solusi penanganan sampah di Kabupaten Bekasi,” kata Asep dikutip Selasa (12/5/2026).
Asep menargetkan persoalan darurat sampah di Kabupaten Bekasi dapat teratasi dalam dua tahun ke depan melalui berbagai tahapan percepatan pembangunan yang kini tengah dipersiapkan.
“Untuk pembangunan PSEL diberikan target hingga tahun 2028, dan setelah itu kami optimistis persoalan kedaruratan sampah dapat teratasi,” tuturnya.
Menurutnya, pembangunan PSEL menjadi solusi jangka panjang untuk menghadapi meningkatnya volume sampah akibat pertumbuhan kawasan industri, permukiman, dan jumlah penduduk di Kabupaten Bekasi.
“PSEL bukan hanya sekadar fasilitas pengolahan sampah, tetapi bagian dari transformasi sistem pengelolaan lingkungan yang lebih modern dan berorientasi pada energi terbarukan. Kami ingin pengelolaan sampah di Kabupaten Bekasi ke depan lebih efektif, terpadu, dan memiliki nilai manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Editor : Wahab Firmansyah