Israel Larang Azan di Yerusalem Timur, Imam Al Aqsa: Mesin Perang Lebih Bising!
YERUSALEM, iNewsBekasi.id – Imam Besar Masjid Al Aqsa, Syekh Ekrima Sabri, melontarkan kritik keras terhadap rencana Israel yang akan membatasi hingga melarang kumandang azan di masjid-masjid Yerusalem Timur, termasuk di kawasan Masjid Al Aqsa.
Syekh Sabri menolak anggapan bahwa azan menimbulkan kebisingan bagi masyarakat. Menurutnya, sumber gangguan yang sesungguhnya justru berasal dari aktivitas militer Israel.
“Gangguan dan suara berisik justru berasal dari mesin perang para agresor,” ujar Sabri, seperti dikutip Anadolu, Selasa (2/6/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan menyusul pembahasan rancangan undang-undang (RUU) di parlemen Israel atau Knesset yang bertujuan membatasi penggunaan pengeras suara untuk azan di Yerusalem Timur dan sejumlah kota di Israel yang mayoritas dihuni warga keturunan Arab.
Syekh Sabri menilai langkah tersebut sangat berbahaya karena berpotensi melegalkan pelarangan azan melalui instrumen hukum negara.
“Upaya saat ini untuk melarang kumandang azan telah menuju arah yang berbahaya, dengan melegalkan pelarangan azan melalui penerbitan undang-undang untuk melarangnya,” katanya.
Menurut dia, otoritas Israel tidak memiliki hak untuk menganggap azan sebagai bentuk kebisingan. Pasalnya, masjid-masjid di Yerusalem telah berdiri jauh sebelum wilayah tersebut diduduki Israel.
“Masalah seruan azan kembali mencuat setelah upaya berulang kali gagal untuk melarang atau mengurangi volumenya,” ujarnya.
Editor : Wahab Firmansyah