Dampak Buruk Remaja yang Lebih Nyaman Curhat ke AI

Neneng Zubaidah
Artificial intelligence (AI) kini jadi “Teman Virtual” remaja. Foto/Ilustrasi/Istimewa

AI Harus Jadi Pendamping, Bukan Pengganti

Fenomena remaja curhat ke AI, menurut Dr. Yulina, harus dijadikan momentum untuk memperkuat komunikasi sehat di keluarga dan sekolah.

Ia juga menyarankan agar platform AI menerapkan moderasi ketat, transparansi data, serta sistem perlindungan otomatis untuk merespons kata kunci berbahaya.

“AI sebaiknya diposisikan sebagai pendamping, bukan pengganti psikolog atau konselor. AI hanyalah alat, bukan pengganti relasi manusia,” pungkasnya.



Editor : Wahab Firmansyah

Sebelumnya

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network