Sahroni Minta Negara All-Out Berantas Judi Bola selama Piala Dunia 2026
JAKARTA, iNewsBekasi.id – Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mewaspadai potensi lonjakan aktivitas judi online selama penyelenggaraan Piala Dunia 2026. Salah satu bentuk perjudian yang diprediksi meningkat signifikan adalah judi bola, seiring tingginya antusiasme masyarakat terhadap turnamen sepak bola terbesar di dunia tersebut.
Kepala PPATK, Ivan Yustiavandana, mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil pemantauan lembaganya, transaksi deposit judi online cenderung meningkat pada akhir pekan dan mengalami lonjakan ketika kompetisi sepak bola berskala besar berlangsung.
Temuan tersebut mendapat perhatian dari Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni. Dia meminta PPATK, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), serta Polri untuk memperkuat koordinasi dan bekerja maksimal dalam mencegah maraknya judi online selama gelaran Piala Dunia 2026.
“Saya minta PPATK, Komdigi, dan Polri all-out menghadapi lonjakan judi bola selama momen Piala Dunia. Jangan anggap ini masalah musiman atau sepele hanya karena terjadi empat tahun sekali," kata Sahroni dalam keterangannya, Jumat (19/6/2026).
Menurut Sahroni, pengalaman pada ajang-ajang sepak bola internasional sebelumnya menunjukkan bahwa aktivitas judi online biasanya meningkat drastis. Kondisi ini berpotensi menyebabkan aliran dana masyarakat Indonesia masuk ke jaringan perjudian yang sebagian besar beroperasi dari luar negeri.
Dia menilai pemerintah harus mengantisipasi fenomena tersebut sejak dini agar kerugian ekonomi yang dialami masyarakat dapat diminimalkan.
Editor : Wahab Firmansyah