Menuju Indonesia Emas 2045, Revitalisasi Pendidikan Fokus pada Guru, Sekolah dan Teknologi
"Mari kita rawat sekolah yang sudah direvitalisasi. Jangan ada penyalahgunaan anggaran dan jangan ada penyelewengan. Pendidikan yang bermutu hanya bisa terwujud melalui sinergi antara sekolah, keluarga, masyarakat, dan media," tuturnya.
Ketua Umum PB PGRI Unifah Rosyidi menyambut baik langkah pemerintah menjadikan revitalisasi pendidikan sebagai investasi jangka panjang. Menurutnya, pembangunan sekolah harus diiringi peningkatan kualitas guru agar berdampak nyata terhadap proses belajar mengajar.
"Revitalisasi bukan hanya mempercantik sekolah, tetapi membangun ekosistem pendidikan yang lebih baik. Yang terpenting adalah bagaimana revitalisasi itu berdampak pada kualitas pembelajaran," ujarnya.
Unifah juga mengapresiasi berbagai kebijakan pemerintah, mulai dari percepatan sertifikasi guru, program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), hingga penyaluran tunjangan profesi guru secara langsung.
Ia menilai pendampingan kepada kepala sekolah menjadi faktor penting agar pelaksanaan revitalisasi berjalan sesuai aturan. Selain itu, peningkatan kompetensi guru melalui pelatihan digital, kecerdasan buatan (AI), coding, serta budaya berbagi praktik baik antarguru perlu terus diperkuat agar transformasi pendidikan berlangsung secara berkelanjutan.
Untuk menjamin transparansi dan akuntabilitas program, Kemendikdasmen menerapkan prinsip good governance. Setiap sekolah penerima bantuan memperoleh pendampingan konsultan, pengawasan Inspektorat Jenderal, serta monitoring bersama pemerintah daerah dan masyarakat.
Editor : Wahab Firmansyah