Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Gagal Gelar Konfercab, PDIP Kota Bekasi Terbelah Picu Perpecahan Kader Banteng?
Advertisement . Scroll to see content

Hasto: Pada Periode Kedua Jokowi, Indonesia Berubah Jadi Negara Otoriter yang Populis

Senin, 01 Juni 2026 | 13:13 WIB
  • author Felldy Aslya Utama
Hasto: Pada Periode Kedua Jokowi, Indonesia Berubah Jadi Negara Otoriter yang Populis
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto (foto: Felldy Utama)

Hasto kemudian mengaitkan pandangannya tersebut dengan pelaksanaan Pemilu 2024 yang menurutnya menjadi salah satu contoh perubahan watak kekuasaan.

"Ini yang terjadi pada Pemilu 2024 yang lalu. Maka di dalam Rakernas, PDI Perjuangan meminta maaf kepada seluruh rakyat Indonesia atas perubahan watak kekuasaan akibat ambisi kekuasaan," katanya.

Supremasi Hukum Jadi Fondasi Negara

Lebih lanjut, Hasto menegaskan bahwa berbagai kasus yang disebutnya sebagai kriminalisasi politik telah memunculkan kritik terhadap lemahnya supremasi hukum di Indonesia.

Menurutnya, tanpa sistem hukum yang kuat dan berkeadilan, pembangunan politik maupun ekonomi tidak akan berjalan secara optimal.

"Berbagai kasus kriminalisasi politik hukum telah memunculkan suatu kritik yang sangat kuat bahwa tanpa supremasi hukum tidak akan ada bangunan politik yang kokoh dan tidak akan ada bangunan sistem perekonomian yang bisa tumbuh berkembang untuk kemakmuran," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa hukum yang berkeadilan merupakan fondasi utama negara dalam menjaga nilai-nilai kemanusiaan, demokrasi, dan keadilan sosial.

"Tanpanya, tidak akan ada penghormatan terhadap kemanusiaan, kerakyatan dan keadilan. Tanpa hukum yang berkeadilan, semua menjadi mahal dan penuh ketidakpastian," katanya.

Pernyataan Hasto tersebut disampaikan dalam momentum Hari Lahir Pancasila yang setiap tahun diperingati sebagai pengingat pentingnya menjaga nilai-nilai dasar negara dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Editor: Wahab Firmansyah

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut